Lagi Di cover
terindah
Senin, 16 Februari 2015
Minggu, 04 Mei 2014
JARINGAN KOMPUTER
TUGAS : JARINGAN KOMPUTER
NAMA KELOMPOK
ERNA ERVITA (11420639)
FIFI YANTHI (11420616)
FIFI YANTHI (11420616)
NATALIA DANGGE (11420627)
TRIFONIA URSULA M. (11420634)
SUMADI (11420631)
WILSON HUTAGAUL (11420638)
Alamat blog : maistallsuumadi.blogspot.com
Pengertian Komunikasi Data
Komunikasi DataKomunikasi berasal dari bahasa Inggris ‘Communication’, secara etimologis berasal dari bahasa Latin 'Commicatus’, dan perkataan ini bersumber dari kata ‘Communis’ yang memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi miliki bersama’. Komunikasi berarti suatu proses membangun saling pengertian dengan menciptakan dan menggunakan informasi agar tehubung satu sama lain.
Data berasal dari kata ‘datum’ yang berarti materi atau kumpulan fakta yang dipakai untuk keperluan suatu analisa. Data merupakan sesuatu yang masih belum mempunyai arti bagi penerimanya dan memerlukan suatu pengolahan untuk menjadi informasi (informasi adalah sesuatu yang bisa dimengerti manusia dan bernilai pengetahuan). Data bisa berwujud suatu kedaan, gambar, huruf, angka, bahasa, simbol matematika dan simbol lainnya yang bisa digunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep.
Komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan data secara elektronik dari dua atau lebih alat yang terhubung kedalam sebuah jaringan (network) melalui suatu media. Elemen Sistem Komunikasi data dapat dibagi menjadi 3 bagian seperti yang digambarkan dalam bagan berikut ini:
Data berasal dari kata ‘datum’ yang berarti materi atau kumpulan fakta yang dipakai untuk keperluan suatu analisa. Data merupakan sesuatu yang masih belum mempunyai arti bagi penerimanya dan memerlukan suatu pengolahan untuk menjadi informasi (informasi adalah sesuatu yang bisa dimengerti manusia dan bernilai pengetahuan). Data bisa berwujud suatu kedaan, gambar, huruf, angka, bahasa, simbol matematika dan simbol lainnya yang bisa digunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep.
Komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan data secara elektronik dari dua atau lebih alat yang terhubung kedalam sebuah jaringan (network) melalui suatu media. Elemen Sistem Komunikasi data dapat dibagi menjadi 3 bagian seperti yang digambarkan dalam bagan berikut ini:
Perkembangan Komunikasi Data
Sebelum berkembangnya teknologi komunikasi data dan adanya jaringan komputer (computer network), banyak perusahaan mengalami keadaan seperti yang digambarkan sebagai berikut:
Suatu perusahaan umumnya terdiri atas berbagai bagian yang masing-masing menjalankan fungsinya. Perkembangan perusahaan akan memberikan tuntutan bagi suatu bagian untuk melakukan komputerisasi operasinya. Tiap bagian akan mengembangkan sistemnya sesuai dengan keperluannya sehingga perusahaan tersebut akan mempunyai berbagai sistem yang satu dengan yang lainnya tidak kompatibel dan hanya efisien untuk bagian tersebut. Untuk menghemat biaya, waktu dan tenaga, digunakanlah sistem yang dipusatkan sehingga masing-masing bagian hanya menyiapkan datanya sedangkan pengolahannya dipusatkan dan dilakukan oleh komputer yang berkekuatan besar (mainframe). Pengolahan kebanyakan dilakukan secara sistem batch (Batch Processing system). Sistem terpusat seperti ini mengumpulkan dan mempersiapkan data yang hendak diolah agar dapat diterima oleh komputer pusat pengolah data, sehingga memerlukan selang beberapa waktu untuk memperoleh hasilnya. Kadang-kadang data yang diperlukan dan telah dipersiapkan tersebut dibawa dengan alat transportasi ke komputer pengolah data. Oleh komputer data tersebut akan diolah sesuai dengan aturan yang berlaku. Hasil pengolahan kemudian dikeluarkan dalam bentuk yang dapat dipergunakan oleh pemakai, misalnya berbentuk cetakan kertas (print-out), ataupun bentuk lain. Hasil ini kemudian dikirimkan ke pihak yang memerlukannya. Tiap-tiap bagian tidak dapat memasukkan data dan mendapatkan data seketika dari komputernya.
Suatu perusahaan umumnya terdiri atas berbagai bagian yang masing-masing menjalankan fungsinya. Perkembangan perusahaan akan memberikan tuntutan bagi suatu bagian untuk melakukan komputerisasi operasinya. Tiap bagian akan mengembangkan sistemnya sesuai dengan keperluannya sehingga perusahaan tersebut akan mempunyai berbagai sistem yang satu dengan yang lainnya tidak kompatibel dan hanya efisien untuk bagian tersebut. Untuk menghemat biaya, waktu dan tenaga, digunakanlah sistem yang dipusatkan sehingga masing-masing bagian hanya menyiapkan datanya sedangkan pengolahannya dipusatkan dan dilakukan oleh komputer yang berkekuatan besar (mainframe). Pengolahan kebanyakan dilakukan secara sistem batch (Batch Processing system). Sistem terpusat seperti ini mengumpulkan dan mempersiapkan data yang hendak diolah agar dapat diterima oleh komputer pusat pengolah data, sehingga memerlukan selang beberapa waktu untuk memperoleh hasilnya. Kadang-kadang data yang diperlukan dan telah dipersiapkan tersebut dibawa dengan alat transportasi ke komputer pengolah data. Oleh komputer data tersebut akan diolah sesuai dengan aturan yang berlaku. Hasil pengolahan kemudian dikeluarkan dalam bentuk yang dapat dipergunakan oleh pemakai, misalnya berbentuk cetakan kertas (print-out), ataupun bentuk lain. Hasil ini kemudian dikirimkan ke pihak yang memerlukannya. Tiap-tiap bagian tidak dapat memasukkan data dan mendapatkan data seketika dari komputernya.
Untuk mengatasi selang waktu yang diperlukan untuk membawa data tersebut haruslah digunakan suatu sistem komunikasi data. Dengan sistem ini tiap pengolahan yang diperlukan akan mendapatkan suatu terminal yang terhubung ke komputer pusat. Melalui terminal ini tugas atau data dapat secara langsung diberikan kepada komputer dan hasilnya dapat diterima seketika itu juga. Selain itu, data bagian lain dapat juga dimanfaatkan jika dibutuhkan sehingga dapat diperoleh sistem pengolahan informasi yang benar-benar terpusat. Semua bagian dari perusahaan tersebut dapat saling memanfaatkan data karena tersimpan di satu tempat dan program yang ada akan mengatur keandalan dari data perusahaan.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan, bahwa waktu dapat dihemat terutama pada bagian transportasi dan pada saat pengubahan bentuk data ke bentuk yang sesuai dengan bentuk yang dapat diterima oleh sistem komputer. Dengan menggunakan saluran komunikasi sebagai alat transportasi, waktu yang dapat dihemat cukup banyak. Bilamana kegiatan pengubahan bentuk data ke bentuk yang dikehendaki tidak terjadi dalam proses langsung dan harus dilakukan pada saat pengumpulan data, maka komunikasi data seperti ini disebut komunikasi data off-line (Of line data communication).
Pengumpulan dan persiapan data: Bila pada saat pengumpulan data digunakan suatu intelligent terminal (terminal pintar) maka waktu untuk pengumpulan data dapat dikurangi sehingga dapat mempercepat proses.
Pengolahan data: Komputer langsung mengolah data yang masuk dari saluran transmisi.
Distribusi: Dengan adanya saluran transmisi hasil dapat langsung dikirimkan kepada pemakai yang memerlukannya.
Kalau alasan pertama adalah penghematan waktu, maka alasan kedua ialah penggunaan sistem komputer secara lebih efisien. Contohnya ialah penggunaan komputer secara bersama oleh berbagai departemen, bagian ataupun anak perusahaan dari suatu perusahaan yaitu dengan pemakaian terminal pada masing-masing pihak yang membutuhkannya.
Sekarang dapat disimpulkan bahwa tujuan komunikasi data antara lain ialah:
- Memungkinkan pengiriman data dalam jumlah yang besar secara effisien, tanpa kesalahan dan ekonomis dari satu tempat ke tempat yang lain.
- Memungkinkan penggunaan sistem komputer dan peralatan pendukungnya dari jauh (remote computer use)
- Memungkinkan penggunaan sistem komputer secara terpusat maupun secara tersebar sehingga mendukung manajemen dalam hal kontrol
- Mempermudah kemungkinan pengelolaan dan pengaturan data yang ada dalam berbagai macam sistem komputer
- Mengurangi waktu untuk pengolahan data
- Mendapatkan data langsung dari sumbernya (mempertinggi kehandalan)
- Mempercepat penyebarluasan informasi.
Bentuk Sistem Komunikasi Data
Dari pembahasan perkembangan komunikasi data maka dapat diketahui suatu sistem komunikasi data dapat berbentuk off-line communication system atau on-line communication system.
1. off-line communication system
Suatu bentuk sistem komunikasi data yang sederhana dapat berbentuk off-line communication system,yaitu data yang ditransmisikan tidak langsung diproses oleh CPU penerima.
2. On-Line Communication System
Suatu on-line communication system, data yang dikirimkan akan langsung diterima oleh komputer pusat untuk diolah. On-Line Communication System dapat berbentuk remote job entry (RJE) system; realtime system; time sharing system; client server system atau distributed data processing system.
a. Remote Job Entry System
Data yang akan dikirimkan dikumpulkan terlebih dahulu dan dikirimkan secara bersama-sama ke komputer pusat untuk diolah. Karena data dikumpulkan (batch) terlebih dahulu dalam suatu periode, maka cara pengolahan sistem ini disebut dengan batch processing system. Hasil dari pengolahan data umumnya ada dikomputer pusat dan tidak dapat langsung seketika dihasilkan, karena komputer pusat harus sekaligus mengolah sekumpulan data yang cukup besar.
b. Realtime System
Suatu realtime system memungkinkan data yang dikirim kepusat komputer seketika pada saat itu juga akan diolah di pusat komputer dan pusat komputer mengirimkan kembali hasil pengolahan pengiriman data yang dikirimkan tersebut.
c. Time Sharing System
Time Sharing System memungkinkan beberapa pemakai bersama-sama menggunakan suatu komputer dan komputer tersebut akan membagi waktunya bergantian untuk tiap-tiap pemakai. Tiap-tiap user dilayani oleh komputer bergiliran dalam waktu yang sangat cepat (time slice atau quantum), sehingga tiap-tiap pemakai komputer tidak merasa bahwa komputer melayani beberapa pemakai sekaligus bergiliran.
d. Client Server System
Time Sharing System umumnya melibatkan komputer mainframe yang dihubungkan dengan banyak terminal. Terminal yang digunakan adalah dumb terminal yang digunakan sebagai alat input atau output saja. Terminal ini disebut dengan dumb terminal (terminal bodoh) karena tidak memiliki processor, sehingga semua pengolahan data dilakukan oleh komputer pusat (mainframe). Oleh karena itu komputer pusat harus membagi waktunya (time sharing) untuk melayani dumb terminal.
e. Distributed Data Processing System
Distributed Data Processing (DDP) System merupakan suatu sistem komputer interaktif yang lokasinya terpencar dan dihubungkan dengan jalur telekomunikasi, masing-masing komputer mampu mengolah data secara sendiri-sendiri dan mampu berhubungan dengan komputer lainnya dalam suatu sistem. Masing-masing komputer dalam setiap lokasi menggunakan komputer yang lebih kecil dibandingkan dengan komputer pusat.
Model Komunikasi Data
Ada 3 macam model komunikasi data dilihat berdasarkan tipe channel transmisi, yakni tipe transmisi satu arah (Simplex atau one way transmission), transmisi dua arah bergantian (Half Duplex atau either way transmission), atau transmisi dua arah serentak (Full Duplex atau both way transmission).
1. Simplex atau One Way Transmission
Tipe channel transmisi ini hanya dapat membawa informasi data dalam bentuk satu arah saja, tidak bolak-balik. Misalnya siaran radio atau televisi, yaitu signal yang dikirimkan dari stasiun pemancar hanya dapat diterima oleh pesawat penangkap siaran, tetapi pesawat penangkap siaran tidak dapat mengirimkan infomasi balik ke stasiun pemancar. Pengiriman data dari satu komputer ke komputer lain yang searah (komputer yang satu mengirim kekomputer lainnya sebagai penerima) merupakan contoh dari one way transmission.
2. Half Duplex atau Either Way Transmission
Half Duplex atau Either Way Transmission biasa disingkat HDX, dalam tipe channel transmisi ini informasi data dapat dikirim dan diterima namun tidak secara serentak (bergantian). Artinya bila satu mengirimkan maka yang lainnya menerima dan sebaliknya. Radio CB Walkie-talkie merupakan contoh dari two-way transmission, dengan radio CB Walkie-talkie kita dapat berbicara atau mendengarkan namun secara bergantian.
3. Full Duplex atau Both Way Transmission
Full Duplex atau Both Way Transmission biasa disingkat FDX merupakan channel transmisi dimana informasi data dapat mengalir dalam dua arah serentak atau dapat mengirim dan menerima data dalam waktu yang bersamaan. Komunikasi lewat telepon merupakan contoh dari tipe channel transmisi ini.
Model komunikasi data berdasarkan jalur transmisinya terdiri dari unicast, multicast, dan broadcast.
1. Unicast
Unicast merupakan kontak data informasi pada suatu alat dengan alat yang lain, sedangkan ketika kontak tersebut terjadi, alat tersebut tidak dapat melakukan kontak dengan alat lainnya diluar kontak yang terjadi. Contoh apabila dua telepon saling terhubung, telepon yang lain tidak dapat menghubungi salah satu dari kedua telepon yang sedang terhubung itu.
2. Multicast
Berbeda dengan Unicast, dalam multicast ketika proses kontak terjadi, masing-masing alat tetap dapat terhubung dengan alat lainnya. Contohnya adalah server yang digunakan untuk mengakses Internet. Server mampu melayani beberapa komputer yang terhubung dengan media transmisi, dan dalam proses ini masing-masing komputer mampu melakukan proses balik dengan server tersebut.
3. Broadcast
Dalam proses ini alat yang menerima data informasi tidak dapat memberikan respon balik terhadap alat pengirim data informasi. Akan tetapi pengirim dapat mengirim kelebih dari satu alat sekaligus. Contohnya pemancar radio dan pemancar televisi.
Berdasarkan konfigurasi jalur transmisi data, model komunikasi data terbagi menjadi point to point dan point to multipoint:
1. Point to Point
Dalam konfigurasi ini media atau peralatan saling terhubung antara satu peralatan dengan peralatan lain tanpa terbagi. Konfigurasi ini biasanya digunakan pada beberapa peralatan komputer seperti printer yang terhubung langsung dengan komputer.
2. Point to Multipoint
Dimana suatu alat atau media dapat terhubung dengan beberapa alat lainnya. Proses transmisi data yang menggunakan konfigurasi ini misalnya penyiaran radio yang mana sebuah pemancar dapat diakses atau terhubung dengan beberapa radio sekaligus.
Dalam konfigurasi ini media atau peralatan saling terhubung antara satu peralatan dengan peralatan lain tanpa terbagi. Konfigurasi ini biasanya digunakan pada beberapa peralatan komputer seperti printer yang terhubung langsung dengan komputer.
2. Point to Multipoint
Dimana suatu alat atau media dapat terhubung dengan beberapa alat lainnya. Proses transmisi data yang menggunakan konfigurasi ini misalnya penyiaran radio yang mana sebuah pemancar dapat diakses atau terhubung dengan beberapa radio sekaligus.
Berdasarkan mode transmisi data, komunikasi data dapat berbentuk mode transmisi paralel (parallel transmission) dan mode transmisi seri (serial transmission).
1. Mode Transmisi Paralel
Pada mode transmisi ini, semua bit dari karakter yang diwakili oleh suatu kode, ditransmisikan secara serentak satu karakter setiap saat.
2. Mode Transmisi Serial
Mode transmisi serial merupakan mode transmisi yang umum dipergunakan. Pada mode ini, masing-masing bit dari satu karakter dikirimkan secara berurutan, yaitu bit per bit, satu diikuti oleh bit berikutnya. Penerima kemudian merakit kembali arus bit-bit yang datang ke dalam bentuk karakter.
Mode transmisi serial merupakan mode transmisi yang umum dipergunakan. Pada mode ini, masing-masing bit dari satu karakter dikirimkan secara berurutan, yaitu bit per bit, satu diikuti oleh bit berikutnya. Penerima kemudian merakit kembali arus bit-bit yang datang ke dalam bentuk karakter.
Jaringan Komputer
Berdasarkan Arsitektur Jangkauan Area1) PAN (Personal Area Network)
2) LAN (Local Area Network)
3) MAN (Metropolitan Area Network)
4) WAN (Wide Area Network)
5) Internet (International Network/Interconnected Network)
Berdasarkan Media Transmisi
1) Star2) Bus
3) Ring
4) Mesh
5) Tree
Protokol Komunikasi Data dan Model Referensi OSI
Protokol adalah sebuah aturan atau standar yang mengatur atau mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi dan perpindahan data informasi antara dua atau lebih komputer. Protokol mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan, data, informasi dan fungsi lain yang harus dipenuhi oleh sisi pengirim dan sisi penerima agar komunikasi dapat berlangsung dengan benar, walaupun sistem yang ada dalam jaringan tersebut berbeda sama sekali. Protokol ini mengurusi berbagai hal mulai dari perbedaan format data pada kedua sistem hingga pada masalah koneksi listrik.
Fungsi protokol secara detail dapat dijelaskan berikut:
1) Fragmentasi dan reassembly
Fungsi dari fragmentasi dan reasembly adalah membagi informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data pada saat sisi pengirim mengirimkan informasi dan setelah diterima maka sisi penerima akan menggabungkan lagi menjadi paket informasi yang lengkap.
2) Encaptulation
Fungsi dari encaptulation adalah melengkapi informasi yang dikirimkan dengan address, kode-kode koreksi dan lain-lain.
3) Connection control
Fungsi dari Connection control adalah membangun hubungan (connection) komunikasi dari sisi pengirim dan sisi penerima, dimana dalam membangun hubungan ini juga termasuk dalam hal pengiriman data dan mengakhiri hubungan.
4) Flow control
Berfungsi sebagai pengatur perjalanan data dari sisi pengirim ke sisi penerima.
5) Error control
Dalam pengiriman data tak lepas dari kesalahan, baik itu dalam proses pengiriman maupun pada waktu data itu diterima. Fungsi dari error control adalah mengontrol terjadinya kesalahan yang terjadi pada waktu data dikirimkan.
Salah satu protokol standar internasional adalah OSI (Open System Interconnection). OSI dikeluarkan oleh lembaga ISO (International Standars Organization ) di Eropa pada tahun 1977. Model referensi OSI menggambarkan bagaimana data informasi di sebuah komputer berpindah melewati sebuah media jaringan ke suatu komputer lain. Model ini disebut OSI (Open System Interconnection) Reference Model karena model ini ditujukan bagi pengkoneksian open system. Open System dapat diartikan sebagai suatu sistem yang terbuka untuk berkomunikasi dengan sistem-sistem lainnya.
Model OSI itu sendiri bukanlah merupakan arsitektur jaringan, karena model ini tidak menjelaskan secara pasti layanan dan protokolnya untuk digunakan pada setiap layernya. Model OSI hanya menjelaskan tentang apa yang harus dikerjakan oleh sebuah layer. Akan tetapi ISO juga telah membuat standar untuk semua layer, walaupun standar-standar ini bukan merupakan model referensi itu sendiri. Setiap layer telah dinyatakan sebagai standar internasional yang terpisah. Model OSI disusun atas 7 lapisan sebagai berikut, disusun dari lapisan yang terendah sampai lapisan yang tertinggi:
Fungsi protokol secara detail dapat dijelaskan berikut:
1) Fragmentasi dan reassembly
Fungsi dari fragmentasi dan reasembly adalah membagi informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data pada saat sisi pengirim mengirimkan informasi dan setelah diterima maka sisi penerima akan menggabungkan lagi menjadi paket informasi yang lengkap.
2) Encaptulation
Fungsi dari encaptulation adalah melengkapi informasi yang dikirimkan dengan address, kode-kode koreksi dan lain-lain.
3) Connection control
Fungsi dari Connection control adalah membangun hubungan (connection) komunikasi dari sisi pengirim dan sisi penerima, dimana dalam membangun hubungan ini juga termasuk dalam hal pengiriman data dan mengakhiri hubungan.
4) Flow control
Berfungsi sebagai pengatur perjalanan data dari sisi pengirim ke sisi penerima.
5) Error control
Dalam pengiriman data tak lepas dari kesalahan, baik itu dalam proses pengiriman maupun pada waktu data itu diterima. Fungsi dari error control adalah mengontrol terjadinya kesalahan yang terjadi pada waktu data dikirimkan.
Salah satu protokol standar internasional adalah OSI (Open System Interconnection). OSI dikeluarkan oleh lembaga ISO (International Standars Organization ) di Eropa pada tahun 1977. Model referensi OSI menggambarkan bagaimana data informasi di sebuah komputer berpindah melewati sebuah media jaringan ke suatu komputer lain. Model ini disebut OSI (Open System Interconnection) Reference Model karena model ini ditujukan bagi pengkoneksian open system. Open System dapat diartikan sebagai suatu sistem yang terbuka untuk berkomunikasi dengan sistem-sistem lainnya.
Model OSI itu sendiri bukanlah merupakan arsitektur jaringan, karena model ini tidak menjelaskan secara pasti layanan dan protokolnya untuk digunakan pada setiap layernya. Model OSI hanya menjelaskan tentang apa yang harus dikerjakan oleh sebuah layer. Akan tetapi ISO juga telah membuat standar untuk semua layer, walaupun standar-standar ini bukan merupakan model referensi itu sendiri. Setiap layer telah dinyatakan sebagai standar internasional yang terpisah. Model OSI disusun atas 7 lapisan sebagai berikut, disusun dari lapisan yang terendah sampai lapisan yang tertinggi:
- fisik (lapisan 1);
- data link (lapisan 2);
- network (lapisan 3);
- transport (lapisan 4);
- session (lapisan 5);
- presentasi (lapisan 6) dan
- aplikasi (lapisan 7).
1) .Standar model referensi ini sangat berdekatan jika dibandingkan dengan model referensi DARPA yang dikembangkan oleh lembaga Internet Engineering Task Force (IETF). Model referensi DARPA adalah model basis protocol TCP/IP yang populer di gunakan dan kini menjadi protokol bagi open system networking terbesar didunia (Internet) .
2) .Model referensi ini dianggap sangat kompleks dan kurang efektif. Beberapa fungsi seperti halnya metode komunikasi connectionless dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya seperti flow control dan koneksi kesalahan di ulang-ulang pada beberapa barisan.
3). Pertumbuhan internet dan protocol TCP/IP membuat model referensi OSI menjadi kurang diminati.
Pemerintah AS mencoba untuk mendukung model referensi OSI dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980an. Dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Goverment Over Systems Interconnection Profile (GOSIP) usaha ini akhirnya di tinggalkan tahun 1955. Model referensi OSI pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protocol yang digunakan dalam dunia nyata semacam TCP/IP, DECNET dan IBM, System Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protocol (protocol stack) mereka ke model referensi OSI. Model referensi OSI pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan didalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi.
Dengan maksud agar jaringan tidak menjadi rumit, protokol OSI dibagi menjadi beberapa Level/Layer/Lapisan. Susunan dari layer ini menunjukan tahapan dalam melakukan komunikasi. Masing-masing layer memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan layanan kepada layer yang berada diatasnya. Level/Layer/Lapisan OSI itu adalah sebagai berikut:
1) .Physical Layer (Lapisan Fisik)
Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet /token ring), topologi jaringan dan pengkabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana network interface card (NIC) dapat berkomunikasi atau berinteraksi dengan media kabel atau nirkabel. Lapisan fisik melakukan fungsi pengiriman dan penerimaan bit stream dalam medium fisik.
2) .Data Link Layer (Lapisan Data Link)
Berfungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data di kelompokan menjadi format yang disebut sebagai frame, pada level ini terjadi koneksi kesalahan, flow control, pengamatan perangkat keras (seperti halnya media acces control address (mac address) dan menentukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, brigde, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spefikasi IEEE 80z, membagi level ini menjadi 2 level, yaitu lapisan logic link control / (LLC) dan lapisan media acces control (MAC). Lapisan data link berfungsi mentransformasi lapisan fisik yang merupakan fasilitas transmisi data mentah menjadi link yang reliabel. Dalam lapisan ini menjamin informasi bebas error untuk ke lapisan diatasnya.
3) . Network Layer (Lapisan Network)
Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3. Lapisan network bertanggung jawab untuk pengiriman paket dengan konsep source-to-destination.
4) .Transport Layer (Lapisan Transport)
Berfungsi untuk memecah data kedalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket di terima dengan sukses (unknown ledgement) & menstranmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang ditengah jalan.
5). Session Layer (Lapisan Session)
Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat di buat, di pelihara/dihancurkan. Selain itu di level ini juga dilakukan resolusi nama. Layanan yang diberikan oleh tiga layer pertama (fisik, data link dan network) tidak cukup untuk beberapa proses. Maka pada lapisan session ini dibutuhkan dialog controller.
6). Presentation Layer (Lapisan presentasi)
Berfungsi untuk menetralisasikan data yang hendak di transmisikan oleh aplikasi kedalam format yang dapat ditransmisikan oleh aplikasi kedalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirector (redirector software). Presentation layer lebih cenderung pada syntax dan semantic pada pertukaran informasi dua sistem.
7). Application layer (Lapisan aplikasi)Berfungsi sebagai antar muka antara aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protocol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, & NFS.
Sabtu, 05 April 2014
Rabu, 12 Maret 2014
SISTEM OPERASI
Soal.
Buatlah rangkaian mengenai :
A. Kernel
B. System Call
Dalam System Opersai
A.KERNEL
Kernel adalah perangkat lunak yang yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi. Tugasnya melayani bermacam program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara aman. Karena akses terhadap perangkat keras terbatas, sedangkan ada lebih dari satu program yang harus dilayani dalam waktu yang bersamaan, maka kernel juga bertugas untuk mengatur kapan dan berapa lama suatu program dapat menggunakan satu bagian perangkat keras tersebut. Hal tersebut dinamakan sebagai multiplexing.
Akses kepada perangkat keras secara langsung merupakan masalah yang kompleks, oleh karena itu kernel biasanya mengimplementasikan sekumpulan abstraksi hardware. Abstraksi-abstraksi tersebut merupakan sebuah cara untuk menyembunyikan kompleksitas, dan memungkinkan akses kepada perangkat keras menjadi mudah dan seragam. Sehingga abstraksi pada akhirnya memudahkan pekerjaan programer. Untuk menjalankan sebuah komputer kita tidak harus menggunakan kernel sistem operasi. Sebuah program dapat saja langsung diload dan dijalankan di atas mesin komputer, yaitu bilamana pembuat program ingin melakukan pekerjaannya tanpa bantuan abstraksi perangkat keras atau bantuan sistem operasi. Teknik ini digunakan oleh komputer generasi awal, sehingga bila kita ingin berpindah dari satu program ke program lain, kita harus mereset dan meload kembali program-program tersebut.
Beberapa desain kernel :
Sebuah kernel sistem operasi tidak harus ada dan dibutuhkan untuk menjalankan sebuah komputer. Program dapat langsung dijalankan secara langsung di dalam sebuah mesin (contohnya adalah CMOS Setup) sehingga para pembuat program tersebut membuat program tanpa adanya dukungan dari sistem operasi atau hardware abstraction. Cara kerja seperti ini, adalah cara kerja yang digunakan pada zaman awal-awal dikembangkannya komputer (pada sekitar tahun 1950). Kerugian dari diterapkannya metode ini adalah pengguna harus melakukan reset ulang komputer tersebut dan memuatkan program lainnya untuk berpindah program, dari satu program ke program lainnya.
Selanjutnya para pembuat program tersebut membuat beberapa komponen program yang sengaja ditinggalkan di dalam komputer, seperti halnya loader atau debugger, atau dimuat dari dalam ROM (Read-Only Memory). Seiring dengan perkembangan zaman komputer yang mengalami akselerasi yang signifikan, metode ini selanjutnya membentuk apa yang disebut dengan kernel sistem operasi.
Selanjutnya, para arsitek sistem operasi mengembangkan kernel sistem operasi yang pada akhirnya terbagi menjadi empat bagian yang secara desain berbeda, sebagai berikut:
Kernel monolitik.
mengintegrasikan banyak fungsi di dalam kernel dan menyediakan lapisan abstraksi perangkat keras secara penuh terhadap perangkat keras yang berada di bawah sistem operasi.
Mikrokernel.
menyediakan sedikit saja dari abstraksi perangkat keras dan menggunakan aplikasi yang berjalan di atasnya yang disebut dengan server untuk melakukan beberapa fungsionalitas lainnya.
Kernel hibrida.
Kernel hibrida adalah pendekatan desain microkernel yang dimodifikasi. Pada hybrid kernel, terdapat beberapa tambahan kode di dalam ruangan kernel untuk meningkatkan performanya.
Exokernel.
Exokernel menyediakan hardware abstraction secara minimal, sehingga program dapat mengakses hardware secara langsung. Dalam pendekatan desain exokernel, library yang dimiliki oleh sistem operasi dapat melakukan abstraksi yang mirip dengan abstraksi yang dilakukan dalam desain monolithic kernel.
1. Monolithic Kernel
Pendekatan monolithic kernel didefinisikan sebagai sebuah antarmuka virtual yang berada pada tingkat tinggi di atas perangkat keras, dengan sekumpulan primitif atau system call untuk mengimplementasikan layanan-layanan sistem operasi, seperti halnya manajemen proses, konkurensi (concurrency), dan manajemen memori pada modul-modul kernel yang berjalan di dalam mode supervisor. Meskipun jika setiap modul memiliki layanan operasi-operasi tersebut terpisah dari modul utama, integrasi kode yang terjadi di dalam monolithic kernel sangatlah kuat.
dan karena semua system operasi di dalam address space yang sama, sebuah bug dalam salah satu modul dapat merusak keseluruhan sistem. Akan tetapi, ketika implementasi dilakukan dengan benar, integrasi komponen internal yang sangat kuat tersebut justru akan mengizinkan fitur-fitur yang dimiliki oleh sistem yang berada di bawahnya dieksploitasi secara efektif, sehingga membuat sistem operasi dengan monolithic kernel sangatlah efisien meskipun sangat sulit dalam pembuatannya.
Pada sistem operasi modern yang menggunakan monolithic kernel, seperti halnya Linux, FreeBSD, Solaris, dan Microsoft Windows, dapat memuat modul-modul yang dapat dieksekusi pada saat kernel tersebut dijalankan sehingga mengizinkan ekstensi terhadap kemampuan kernel sesuai kebutuhan, dan tentu saja dapat membantu menjaga agar kode yang berjalan di dalam ruangan kernel (kernel-space) seminim mungkin.
Di bawah ini ada beberapa sistem operasi yang menggunakan Monolithic kernel:
• Kernel sistem operasi UNIX tradisional, seperti halnya kernel dari sistem operasi
• UNIX keluarga BSD (NetBSD, BSD/I, FreeBSD, dan lainnya).
• Kernel sistem operasi GNU/Linux, Linux.
• Kernel sistem operasi Windows (versi 1.x hingga 4.x; kecuali Windows NT).
2. Microkernel
Pendekatan Microkernel berisi sebuah abstraksi yang sederhana terhadap hardware, dengan sekumpulan primitif atau system call yang dapat digunakan untuk membuat sebuah sistem operasi agar dapat berjalan, dengan layanan-layanan seperti manajemen thread, komunikasi antar address space, dan komunikasi antar proses. Layanan-layanan lainnya, yang biasanya disediakan oleh kernel, seperti halnya dukungan jaringan, pada pendekatan microkernel justru diimplementasikan di dalam ruangan pengguna (user-space), dan disebut dengan server.
Server adalah sebuah program, seperti halnya program lainnya. Server dapat mengizinkan sistem operasi agar dapat dimodifikasi hanya dengan menjalankan program atau menghentikannya. Sebagai contoh, untuk sebuah mesin yang kecil tanpa dukungan jaringan, server jaringan (istilah server di sini tidak dimaksudkan sebagai komputer pusat pengatur jaringan) tidak perlu dijalankan. Pada sistem operasi tradisional yang menggunakan monolithic kernel, hal ini dapat mengakibatkan pengguna harus melakukan rekompilasi terhadap kernel, yang tentu saja sulit untuk dilakukan oleh pengguna biasa yang awam.
Dalam teorinya, sistem operasi yang menggunakan microkernel disebut jauh lebih stabil dibandingkan dengan monolithic kernel, karena sebuah server yang gagal bekerja, tidak akan menyebabkan kernel menjadi tidak dapat berjalan, dan server tersebut akan dihentikan oleh kernel utama. Akan tetapi, dalam prakteknya, bagian dari system state dapat hilang oleh server yang gagal bekerja tersebut, dan biasanya untuk melakukan proses eksekusi aplikasi pun menjadi sulit, atau bahkan untuk menjalankan server-server lainnya.
kernel yang ditujukan untuk mengganti konteks (context switch) untuk memindahkan
data antara aplikasi dan server.
Beberapa sistem operasi yang menggunakan microkernel:
• IBM AIX, sebuah versi UNIX dari IBM
• Amoeba, sebuah kernel yang dikembangkan untuk tujuan edukasi
• Kernel Mach, yang digunakan di dalam sistem operasi GNU/Hurd, NexTSTEP,
OPENSTEP, dan Mac OS/X
• Minix, kernel yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum untuk tujuan
edukasi
• Symbian OS, sebuah sistem operasi yang populer digunakan pada hand phone,
handheld device, embedded device, dan PDA Phone.
3. Hybrid Kernel
Hybrid kernel aslinya adalah microkernel yang memiliki kode yang tidak menunjukkan bahwa kernel tersebut adalah microkernel di dalam ruangan kernel-nya. Kode-kode tersebut ditaruh di dalam ruangan kernel agar dapat dieksekusi lebih cepat dibandingkan jika ditaruh di dalam ruangan user. Hal ini dilakukan oleh para arsitek sistem operasi sebagai solusi awal terhadap masalah yang terjadi di dalam microkernel kinerja.
Beberapa orang banyak yang bingung dalam membedakan antara Hybrid kernel dan monolithic kernel yang dapat memuat modul kernel setelah proses booting, dan cenderung menyamakannya. Antara hybrid kernel dan monolithic kernel jelas berbeda. Hybrid kernel berarti bahwa konsep yang digunakannya diturunkan dari konsep desain monolithic kernel dan microkernel. Hybrid kernel juga memiliki secara spesifik memiliki teknologi pertukaran pesan (message passing) yang digunakan dalam microkernel, dan juga dapat memindahkan beberapa kode yang seharusnya bukan kode kernel ke dalam ruangan kode kernel karena alasan kinerja.
Di bawah ini adalah beberapa sistem operasi yang menggunakan Hybrid kernels:
• BeOS, sebuah sistem operasi yang memiliki kinerja tinggi untuk aplikasi multimedia.
• Novell NetWare, sebuah sistem operasi yang pernah populer sebagai system operasi jaringan berbasis IBM PC dan kompatibelnya.
• Microsoft Windows NT (dan semua keturunannya).
4.Exokernel
Sebenarnya, Exokernel bukanlah pendekatan kernel sistem operasi yang umum seperti halnya microkernel atau monolithic kernel yang populer, melainkan sebuah struktur sistem operasi yang disusun secara vertikal. Ide di balik exokernel adalah untuk memaksa abstraksi yang dilakukan oleh developer sesedikit mungkin, sehingga membuat mereka dapat memiliki banyak keputusan tentang abstraksi hardware. Exokernel biasanya berbentuk sangat kecil, karena fungsionalitas yang dimilikinya hanya terbatas pada proteksi dan penggandaan sumber daya.
Kernel-kernel klasik yang populer seperti halnya monolithic dan microkernel melakukan abstraksi terhadap hardware dengan menyembunyikan semua sumber daya yang berada di bawah hardware abstraction layer atau di balik driver untuk hardware.
Sebagai contoh, jika sistem operasi klasik yang berbasis kedua kernel telah mengalokasikan sebuah lokasi memori untuk sebuah hardware tertentu, maka hardware lainnya tidak akan dapat menggunakan lokasi memori tersebut kembali. Exokernel mengizinkan akses terhadap hardware secara langsung pada tingkat yang rendah: aplikasi dan abstraksi dapat melakukan request sebuah alamat memori spesifik baik itu berupa lokasi alamat physical memory dan blok di dalam hard disk.
Tugas kernel hanya memastikan bahwa sumber daya yang diminta itu sedang berada dalam keadaan kosong belum digunakan oleh yang lainnya dan tentu saja mengizinkan aplikasi untuk mengakses sumber daya tersebut. Akses hardware pada tingkat rendah ini mengizinkan para programmer untuk mengimplementasikan sebuah abstraksi yang dikhususkan untuk sebuah aplikasi tertentu, dan tentu saja mengeluarkan sesuatu yang tidak perlu dari kernel agar membuat kernel lebih kecil dan tentu saja meningkatkan performa.
Exokernel biasanya menggunakan library yang disebut dengan libOS untuk melakukan abstraksi. libOS memungkinkan para pembuat aplikasi untuk menulis abstraksi yang berada pada level yang lebih tinggi, seperti halnya abstraksi yang dilakukan pada sistem operasi tradisional, dengan menggunakan cara-cara yang lebih fleksibel, karena aplikasi mungkin memiliki abstraksinya masing-masing Secara teori, Sebuah sistem operasi berbasis Exokernel dapat membuat sistem operasi yang berbeda seperti halnya Linux, UNIX, dan Windows dapat berjalan di atas sistem operasi tersebut.
B.System call
Untuk mengakses layanan yang disediakan oleh kernel, biasanya kernel menyediakan library C atau (Application Programming Interface) yang selanjutnya akan melibatkan fungsi kernel yang berhubungan. Metode untuk melibatkan fungsi kernel berbeda-beda antar kernel. Jika isolasi memori sedang dipakai, tidak mungkin bagi proses untuk memanggil kernel secara langsung, karena hal itu merupakan pelanggaran aturan akses kontrol dari prosesor.
Beberapa kemungkinan antara lain;
Menggunakan interrupt software-simulated.
Metode ini tersdia dalam hamper semua hardware, karenanya sangat umum.
Menggunakan call gate.
Call gate adalah address khusus di mana alamat tersebut ditambahkan dalam daftar yang disimpan dalam memori kernel yang diketahui prosesor. Ketika prosesor mendeteksi call ke lokasi tersebut, prosesor kemudian mengalihkannya ke lokasi target tanpa menyebabkan pelanggaran akses.
Menggunakan instruksi system call khusus.
Teknik ini membutuhkan dukungan hardware khusus, yang mana arsitektur umum (khususnya x86) mungkin kesulitan.
Menggunakan memory-based queue.
Sebuah aplikasi yang membuat request dalam jumlah besar tapi tidak perlu menunggu hasilnya dapat menambahkan detil request-nya ke suatu area memori yang di-scan secara priodik oleh kernel untuk menemukan request.
Jumat, 07 Maret 2014
Agenda Harian
TEMAN – TEMAN
SATU KONTRAKAN
Seiring berjalannaya waktu,,dalam
selang berberapa bulan aku dan teman-teman ku untuk memutuskan tinggal bersama
yaitu untuk menempati satu kamar itu,sampai 3 orang, karna untuk meringankan
dalam tahap pembayaran perbualan.
yah,,,setelah berjalannya waktu sampa 2 bulan kemudian,untuk pertama membuat keputusan untuk keluar dari tempat itu, yaitu diriku sendiri yang putuskannya,karna dengan alasa aku tidak mampu untuk membayar dalam perbulannya,karna biaya yang di keluarkan cukup besar,belum di tambah dengan biaya yang lain-lain lagi.
yah,,,setelah berjalannya waktu sampa 2 bulan kemudian,untuk pertama membuat keputusan untuk keluar dari tempat itu, yaitu diriku sendiri yang putuskannya,karna dengan alasa aku tidak mampu untuk membayar dalam perbulannya,karna biaya yang di keluarkan cukup besar,belum di tambah dengan biaya yang lain-lain lagi.
Sehingga itu yang membuat keputusan ku bulat untuk keluar dari tempat
tersebut. Dan akhirnya aku dan teman sekamar ku, pun kompromi untuk memutuskan
meninggalkan kebersamaan ini.
singkat cerita,kompromi kami pun seleai. Akhirnya memutskan satu sama lain pun menyetujui kesepakatan tersebut.
singkat cerita,kompromi kami pun seleai. Akhirnya memutskan satu sama lain pun menyetujui kesepakatan tersebut.
Sebenarnya berat untuk berpisah,meski tidak memekan waktu
yang lama,dalam kebersamaan ini,namun sebelumnya kami juga sudah bersama,di
tempat awal kami tinggal tetapi lain-lain kamar.
dan bergulirnya waktu,kami dalam bernerapa hari pun mulai kemas-kemaskan barang, unntuk pundah ketempat yang baru masing-masing,dimana tempat itu kami tidak bersama lagi,pokoknya semua nya baru,tidak ada satu pun teman, yang kami kenal.
dan bergulirnya waktu,kami dalam bernerapa hari pun mulai kemas-kemaskan barang, unntuk pundah ketempat yang baru masing-masing,dimana tempat itu kami tidak bersama lagi,pokoknya semua nya baru,tidak ada satu pun teman, yang kami kenal.
Namun disini lah membuat pengalaman
baru, untuk beradaptasi dengan orang-orang,pada penghuni di tempat yang baru.
sehingga berapa hari,minggu,bulan kemudian kami bertiga lewati,sudah tidak terasa sehingga dulunya tinggal dalam satu kamar,sampai saat ini sudah kehilangan komunikasi,satu sama lain sudah dalam kesibukan masing-masing,namun di dalam hati mash ada tertanam rasa persahabatan yang tak mungkin bisa di lupakan.
sehingga berapa hari,minggu,bulan kemudian kami bertiga lewati,sudah tidak terasa sehingga dulunya tinggal dalam satu kamar,sampai saat ini sudah kehilangan komunikasi,satu sama lain sudah dalam kesibukan masing-masing,namun di dalam hati mash ada tertanam rasa persahabatan yang tak mungkin bisa di lupakan.
Singkat cerita,pas lagi aku duduk
santai lagi menikmati hari luburku,dengan di temani laptop dan setumpuk tugas
dari pekerjaan kantor ku.
tiba-tiba handpone ku berdering,,
ternyata yang menelpon ku tertulis “nomor tidak di kenal”.
tiba-tiba handpone ku berdering,,
ternyata yang menelpon ku tertulis “nomor tidak di kenal”.
Namun tak ku hiraukan sejenak,dan tanpa
sadarku,,nomor itu maih memanggil ku sampai di handpone ku tertulis 5 panggilan
tidak terjawab, dan aku cek ulang,dank u coba “mcll back” nomor itu. Tidak lama
kemudian panggilan itu pun masuk,saat ku tunggu berberapa detik,nomor tersebut
di terima oleh pemiliknya. Hallo,,,,suarnaya terdengar di telinga, saya semat
berfikir,kenapa saya mendengar suara ini,sudah tidak asing lagi di telinga
saya.
Ternyata nomor yang
menelpon aku berkali-kali yang tidak aku hirau kan itu, rupanya, dia adalah
salah satu teman sekamar ku dulu,dan aku kira selama ini dia sudah lupa dengan
aku.
Percakapan kami pun
menjadi sanggat asik,dengan di tambah cerita-cerita tentang pekarjaan dan
aharing-sharing mengeai pekerjaan juga. Yah,,,pokoknya heboh bangat deh,,udah
kayak ibu-ibu arisan deh,,,.
Meski pun hanya di
handpone,maklum aja teman sekamar udah lama hilag komunikasi,
Tidak lama kemudian teman ku ini pun inggin menyampaikan sebuah berita bahagia,terhadap dirinya, ternyata dia sampe bela-bela in hubngi 5x. ternyata hanya ingin mengundang aku untuk datang ke pernikahannya,yang tidak lama lagi akan di laksanakan. Yahh,,,pasti aku senang banngat, teman bahagia kita juga ikut bahagia.
Tak lama kemudian,,komunikasi kami pun berakhir,karna sudah tida ada lagi yang akan di bicarakan dan kembali pada kesibukannya masing-masing.
Tidak lama kemudian teman ku ini pun inggin menyampaikan sebuah berita bahagia,terhadap dirinya, ternyata dia sampe bela-bela in hubngi 5x. ternyata hanya ingin mengundang aku untuk datang ke pernikahannya,yang tidak lama lagi akan di laksanakan. Yahh,,,pasti aku senang banngat, teman bahagia kita juga ikut bahagia.
Tak lama kemudian,,komunikasi kami pun berakhir,karna sudah tida ada lagi yang akan di bicarakan dan kembali pada kesibukannya masing-masing.
Berberapa
hari telah di lalui,hari pernikahan teman ku, itu pun akan di mulai,dan aku pun
siap-siap untuk menyiap kan pakaian untuk datang ke pesta bahagia teman ku.
Pokoknya aku tidak pikeir panjang lagi,aku harus keliatan “Kece” di pesta
anti,maklum ceritanya lagi “JOMBLO” ,yah,, aku mikirnya siapa tau ada mahluk
bidadari yang kecentol hatinya liat aku. Hahaha…….(pikir ku).
Dan berapa jam kemudian acara resepsi pernikahan,pun di mulai aku bergagas untuk pergi.
sampai aku di acaranya,,,. Aku terdaim sejeank melihat raut muka teman ku sanggat bahagianya di hari prnikahannya, aku pun terfikir,,apakah aku akan separti dia juga suatu saat nanti,apakah pasangan ku pun,catik juga atau kah aku akan mendapatkan lebh cantik lagi. (pikir ku). Aku pun sempat optimis untuk menentukan pasangan hidupku.
Dan berapa jam kemudian acara resepsi pernikahan,pun di mulai aku bergagas untuk pergi.
sampai aku di acaranya,,,. Aku terdaim sejeank melihat raut muka teman ku sanggat bahagianya di hari prnikahannya, aku pun terfikir,,apakah aku akan separti dia juga suatu saat nanti,apakah pasangan ku pun,catik juga atau kah aku akan mendapatkan lebh cantik lagi. (pikir ku). Aku pun sempat optimis untuk menentukan pasangan hidupku.
Aku hampiri teman ku,dan aku ucapkan selamat untuk mereka berdua,dan meminta untuk berfoto bersama mereka. Habis itu aku pun,,menghampiri hidangan reepsi undangan,,. Setelah mengambil semua menu sedikit demi sedikit aku masukan ke dalam piring , segera lah aku bergegas mencari tempat duduk,di sebelah bangku ku,duduk serang gadis, yah lumayan cantik dan dia sendirian lagi,sama kayak aku,sendri juga.
Setengah makan aku pun mencoba memberanilan diri untuk menyapa gadis tersebut, dan dia juga tidak terlihat sombong atau apa lah,, dengan senyum manisnya dia pun balas menyapa,kemudian aku coba ngulurkan tangan untuk kenalan, akhirnya dia juga mau dia ajak kenalan, sambil di temani nasi satu piring masing-msing,kami aku pun mencoba mengajak dia ngonrol share sedikit-sedikit, ternyata dia lumayan asik juga.
Waktu resepsi pun
sedang berlangsung meriah dan di tambah ada music yang mengiringi acara
tersebut,. Tidak sengaja aku menoleh kearah pengantin teman ku itu,tampak aga
sebikit kejauhan aku melihat sesosok perempuan yang dulunya sewaktu masih dalam
proses kuliah dia,dengan bentuk badan yang “cungkring” untuk cantik nya menurut
bahasa gaul Yahh “SNI”juga ga sampe 100%.
Tapi untuk acara ini,sampai-sampai aku tidak bias mengeali dirinya,kemudian aku
tetap di kursi ku,pura-pura tidak kenal, dia pun menghampiri menu undangan
untuk melahap beragam macam hidangan ungangan tersebut,setelah dia ngambil
makanan,dai berjalan kearah ku untuk mencari posisi duduk untuk menikmati
hidangan tersebut,dia duduk tidak juah dari belakang ku, hanya jarak berberapa
baris bangku saja,dan akhirnya aku dengan sangat ragu,aku coba untuk menoleh
kebelakang, ternyata dia beneran teman 1 kos lama ku sewaktu masih kuliah,dan
dia pun tidak sengaja menoleh aku,aku sedikit tersenyum kecil. Dengan Percaya
diri dia mendekati aku,,di situ aku pura-pura ngobrol sama gadis yang baru
knalan dengan aku tadi.
kemudian dia menepuk bahu ku,,.
(L) : HEyyyyyy,,,,,,
Siapa ya….!!! (kata ku dgn pura-pura ga kenal)
kemudian dia menepuk bahu ku,,.
(L) : HEyyyyyy,,,,,,
Siapa ya….!!! (kata ku dgn pura-pura ga kenal)
Iiiiiii,,,kamu udah sombong beib…. !!!
(dengan cirri khasnya)
Aku pun tertawa,, (hahahahahaha….)
Dan dia terlihat lebih berisi,dan
sedikit “kece” sesuai dengan apa yang di bilang sewaktu dirinya semasa kuliah dulu.dalam penampIlan
pun dia sudah sedikit Percaya diri,karna sudah mengenal “Banyak MIMIN”.
Terus Dia pun duduk di samping ku,,dan
sekalian aku kenalin sama gadis yang baru aku kenal,itu.
kami pun becanda,,sampai tertawa-tertawa,dan di selingi cerita-cerita yang serba baru dalam pengalaman dunia kerja.
kami pun becanda,,sampai tertawa-tertawa,dan di selingi cerita-cerita yang serba baru dalam pengalaman dunia kerja.
Tidak lama kemudian,datang teman yang dulu satu kamar sama aku juga (H). dia terlihat keren dan sixpack,dan tulang bahunya pun sudah tidak terlihat lagi,(“ maklum sudah “MAKMUR”). Dan dia sudah mengambil menu hidangan kemudian bejalan untuk mencari tempat untuk duduk,,tanpa sengaja dia meliahat kami,sedang bergurau di sertai tertawa kecil..
Hiiiii,,,,,,,kalian udah lama datang,,,,?
apa kabar,,,?
baik,,,,baik,,(jawab kami bertiga)
apa kabar,,,?
baik,,,,baik,,(jawab kami bertiga)
Duduk lah dia di dekat kami, yahh,,seperti
ngobrol-ngobrol biasa + becanda-canda an…
kemudian berapa detik,nyusul salah satu kaka tingkat yang dulunya tinggal 1 kos juga, (E). Rupanya dia sangat lah Gemuk,,dengan ciri hasnya, “ala-ala hoka poka” gitu dengan postur tubuh yang perutnya udah lumayan membesar,dan gemuk bulat lagi. meski udah sdkit nambah umur,dan dia pun datang dengan tidak sendirian di sampingnya pun ada permensuri dari kayangan mana,,ga tau juga yang di persuntingnya.
Dia juga sudah menghasilkan keturunan satu orang Putra,yang di gendongnya,yang tampak “imut dan lucu”,Meski ga mirip bapaknya.
kemudian berapa detik,nyusul salah satu kaka tingkat yang dulunya tinggal 1 kos juga, (E). Rupanya dia sangat lah Gemuk,,dengan ciri hasnya, “ala-ala hoka poka” gitu dengan postur tubuh yang perutnya udah lumayan membesar,dan gemuk bulat lagi. meski udah sdkit nambah umur,dan dia pun datang dengan tidak sendirian di sampingnya pun ada permensuri dari kayangan mana,,ga tau juga yang di persuntingnya.
Dia juga sudah menghasilkan keturunan satu orang Putra,yang di gendongnya,yang tampak “imut dan lucu”,Meski ga mirip bapaknya.
Kemudian di slah satu acara
itu lah aku dan teman-teman pun bertemu lagi,dengan status yang berbeda-beda
dan memiliki pekerjaan yang berbeda juga,pembentukan sikaf dan perilaku pun
tambah dewasa,masing-masing untuk menatap kedepan untuk masadepan, yang akan
menunggu.
namun moment itu pun tidak bisa di lupakan,dan kami mencoba untuk berfoto bersama-sama lagi,
di situ lah, kami mulai tidak kehilangan komunikasi lagi,karena dulunya tidak ada kabar di karenakan dengan kesibukan masing-msing dalam pekerjaan. Yang membuat segalanya tengelam tanpa kabar.
Namun sekarang bangkit kembali terasa masih masa-masa kuliah dulu kala.
kehangatan persahabatan memeng tidak bisa di lupakan,dan tidak akan punah.
namun moment itu pun tidak bisa di lupakan,dan kami mencoba untuk berfoto bersama-sama lagi,
di situ lah, kami mulai tidak kehilangan komunikasi lagi,karena dulunya tidak ada kabar di karenakan dengan kesibukan masing-msing dalam pekerjaan. Yang membuat segalanya tengelam tanpa kabar.
Namun sekarang bangkit kembali terasa masih masa-masa kuliah dulu kala.
kehangatan persahabatan memeng tidak bisa di lupakan,dan tidak akan punah.
“ SALAM PRESAHABATAN “
From :
S.Maistall
Langganan:
Komentar (Atom)













